#Cerita Wuling

Punya cerita menarik sejak Wuling Confero atau Wuling Cortez ada dalam hidupmu?

Dapatkan kesempatan mendapat hadiah menarik

Tuliskan #CeritaWuling Versi Kamu

Ceritakan bagaimana Wuling dapat mengantarmu menjalani kehidupan yang lebih baik, dan dapatkan kesempatan menang berbagai hadiah menarik!

Mekanisme

Isi data diri kamu pada form submission

Submit foto dan cerita menarik kamu selama menggunakan Wuling Confero atau Cortez

Share link cerita yang sudah kamu submit, di social mediamu dan sertakan hashtag #CeritaWuling

Prize

Raih kesempatan memenangkan hadiah:
  • 1 Buah Mirrorless camera
  • 1 Action camera
  • 2 Handphone
  • 5 Voucher MAP senilai Rp 500.000

dan hadiah mingguan pulsa senilai ratusan ribu rupiah. Periode : 23 Juli - 30 September 2018

Lihat Galeri
Syarat & Ketentuan

0 Orang Telah Berbagi

Petualangan Bersama Cortez 1.8L 6MT Lebih 1.000 KM Tanpa Kelelahan

Menjelang empat bulan saya menggunakan Wuling Cortez 1.8L 6MT terjawab sudah keraguan saya yang merupakan pengaruh dari keraguan banyak orang. Pada suatu kesempatan di awal bulan Nopember 2018 kami sekeluarga melakukan perjalanan dalam rangka menghilangkan rasa penat dari rutinitas harian yang terkadang membosankan. Saya menyebutnya dengan istilah perjalanan wisata. Kami adalah keluarga yang tinggal di kawasan dataran rendah Propinsi Aceh, tepatnya di Aceh Barat Daya. Dalam keseharian sudah terbiasa dengan hawa panas yang rata-rata 32 derajat Celsius. Tentu saja tujuan wisata adalah Kota Takengon yang terkenal kota dingin di Aceh. Merespon keraguan banyak orang jika mobil dengan putaran roda depan kemampuan menanjaknya akan kurang, maka dengan sedikit ragu saya mencoba naik ke Kota Takengon melalui jalur Blangpidie - Banda Aceh - Bireuen yang tentu saja memutar dengan durasi petualangan dua hari, dengan asumsi tanjakan Bireuen - Takengon tidak terlalu terjal. Dan ternyata bisa lewat tanpa kendala dengan beban 5 orang termasuk saya. Sesampainya di Takengon kami beristirahat semalam lalu hari berikutnya, atas rekomendasi teman kami naik ke kawasan agrowisata Pantan Terong. Sebelumnya saya memang tidak tahu dan tidak menyangka bahwa area tersebut berada pada ketinggian sekitar 1.400 meter diatas permukaan laut. Dengan Bismillah, saya tancap gas saja meskipun dengan sedikit rasa was-was. Pada trek ini alhamdulillah lulus. Hari berikutnya kami bergerak menuju Kota Blangpidie melalui jalur Beutong Ateuëh dengan trek yang berliku dan turunan serta tanjakan yang curam. Pada satu kawasan dimana hujan deras dan kondisi fisik lumayan lelah, pada gigi dua saya rasa tarikan diperkirakan kurang, maka saya mencoba oper ke gigi satu. Karena kurang konsentrasi dan terutama saya bukan sopir ahli akhirnya gigi pindah ke gigi tiga membuat semakin tidak kuat naik lalu mesin mati pada kondisi mobil menanjak dengan kemiringan sekira 30 sd 40 derajat. Alhamdulillah fungsi AVH sangat membantu dalam kondisi seperti ini. Saya hanya tinggal start ulang mesin lalu melanjutkan perjalanan tanpa hentakan mundur, tanpa repot atur tuas rem, kopling dan gas. Semua berjalan lancar hingga kembali ke rumah dengan selamat. Yang lebih mengesankan lagi, setelah petualangan itu saya tidak merasa kelelahan yang berlebihan. Tidak terasa pegel-pegel di badan yang menandakan akselerasi Cortez ini tidak membuat badan terbanting kanan kiri padahal dengan jarak tempuh lebih dari 1.000 km dalam tiga hari dan usia saya yang tidak muda lagi, ketika mengendarai MPV sebelumnya sudah dialami lumayan melelahkan. Ini Cortez yang manual sekalipun, cukup gesit dan ringan dikendalikan walau putaran roda depan juga tetap bisa menanjak dengan beban 5 orang serta bagasi penuh dengan sayuran yang merupakan oleh-oleh untuk saudara di kampung selain kopi gayo tentunya yang sudah terkenal di mancanegara.

Lihat selengkapnya

From Tangerang To Tangkerang

Surat cinta dari kantor itu datang, isinya : Perintah Pindah. Pekerjaan membuat kami harus selalu belabuh dari satu kota ke kota lainnya dalam 2-3 tahun sekali. Dan kali ini kami akan hijrah dari Tangerang, Banten ke Tangkerang, Pekanbaru, Riau. Dengan riset sana sini , menggambil cuti dan persiapan fisik kami memutuskan melakukan perjalanan darat bertiga dengan mobil Wuling Cortez kami yang berumur satu bulan, 1500kilometer kira-kira yang harus kami tempuh sampai ke tempat tujuan. Di tiap kota kami berhenti dan menginap sambil menikmati suasana baru Lampung, Palembang danJambi. Bagasi Wuling Cortez yang lega sangat muat untuk membawa koper-koper dan bawaan logistic kami: makanan, termos air panas, dan bahkan sepeda. Sudah jalan jauh sayang kan kalau tidak piknik? Nyaman? Jangan ditanya, sepanjang perjalanan karena kekedapannya kabin si kecil bisa tidur nyenyak dan legroom yang lapang membuat kakinya tidak capek karena bisa berdiri bermain ketika bosan. Ketika harus menggantikan suami menyetirpun, sebagai wanita saya merasa steer Wuling sangat nyaman apalagi sumbu putarnya lebar, nggak terasa pakai mobil dengan ukuran besar. Apalagi in-car entertainment dan soundsystem nya yang memanjakan ata dan telinga. Saya bisa memutar film maupun streaming musik dalam perjalanan panjang. Dengan keamanan dan kenyamanan selama tiga hari perjalanan saya merasa Wuling Cortez melebihi ekspektasi saya akan mobil keluarga. Terimakasih Wuling sudah menemani perjalanan saya dari menyebrangi selat sunda, menghabiskan sore hari di Jembatan Ampera, sampai akhirnya menginjakkan kaki di rumah kami yang baru : Bumi Lancang Kuning, Riau. Can't hardly wait to start another journey with you :)

Lihat selengkapnya

Karena Wuling Impian Jadi Kenyataan

Saya pengguna mobil mpv keluaran negri jiran selama kurun waktu 4thn-an. Alasan mengambil keputusan untuk membeli mobil tersebut dikarenakan beberapa pertimbangan seperti fitur, kenyamanan dan harga yang masuk akal dan budget kala itu. Selang waktu berjalan ada timbul keresahan mengenai layanan purna jualnya yang semakin menyusut dan ketersediaan suku cadang yang gak menentu, kadang ada kadang tidak ada belom lagi harganya yang dijadikan ajang mengeruk keuntungan yang besar oleh para "spekulan" suku cadang mobil negri jiran tersebut. Berangkat dari keresahan itu maka timbulah keinginan dalam hati kecil untuk mencari mobil sejenis untuk menggantikan mobil yang saya gunakan dengan fitur dan kenyamanan yang setara atau setidaknya mendekati, tentunya dengan kepastian akan layanan purna jual dn ketersediaan suku cadangnya. Karena alasan itu pula ruang jelajah dengan mobil itu saya batasi karena takut apabila terjadi masalah pd mobil bisa menyusahkan saya dan keluarga dan seperti yang sudah dialami oleh teman saya. Pencarian dimulai dengan "sorting" mobil buatan negri matahari terbit mulai dari yang sejenis sampe turun kelas ke mobil ukuran kompak untuk jadi kandidat tapi alhasil belum menemukan yang sepadan dan sesuai dihati belom ditambah harganya yang gak masuk nalar sehat. Berhubung saya bergelut didunia otomotif jadi banyak dapat informasi tentang unit mobil2 baru yang akan masuk ke dalam negri dan salah satunya Wuling. Nah mulailah timbul rasa penasaran tentang mobil asal negri tirai bambu ini, mulai dari profil perusahaannya, rekanannya, produknya dan yang paling menarik adalah niat untuk membangun pabrik dengan nilai investasi yang fantastis. Perlahan tapi pasti muncul dalam benak saya rasa percaya bahwa Wuling benar2 serius menggarap pasar domestik. Berita perkembangan Wuling di Indonesia saya selalu ikuti mulai progres pembangunan pabrik sampai akhirnya Wuling berpartisipasi dalam event GIIAS Tahun 2016 dan menampilkan Wuling Hongguang S1 yang akan jadi cikal bakal Wuling Confero dan tepat saat itu juga saya merasa "jatuh cinta" dan menemukan mobil yang saya cari dan idamkan selama ini. Saya berkata dalam hati kecil bahwa saya harus memiliki mobil ini. Selang setahun kemudian tepatnya di even PRJ, Wuling Confero mulai diperkenalkan ke masyarakat dan kala itu harga masih tentative dan tak lama kemudian setelah Wuling mengumumkan harga jualnya dan selang beberapa bulan kemudian Wuling ikut pameran di event yg beda yaitu GIIAS Thn 2017 dan kebetulan ada unit yang diperuntukkan untuk test drive dan saya pun mencoba dan hasilnya cukup memuaskan tapi tidak membuat saya langsung membeli karena masih ada sedikit keraguan soal realibility-nya dan akhirnya saya mengikuti akun Wuling Club Indonesia di FB untuk melihat testimoni dan feedback dari para pengguna Wuling Confero dan dari situ saya banyak dapat informasi untuk saya jadikan dasar keputusan untuk meminang Wuling. Perlahan saya mulai memasarkan mobil negri jiran yang saya pakai dan akhirnya doa dan harapan saya terkabul menjelang akhir tahun 2018 ini dan saya sudah bisa mewujudkan impian untuk memiliki Wuling Confero bukan hanya sekedar alat transportasi tapi juga yang akan menemani dan mendukung saya dalam bekerja untuk mencapai kehidupan yang lebih baik sama seperti slogan Wuling #driveforabetterlife. Saya ucapkan terima kasih dan sukses untuk Wuling.

Lihat selengkapnya

Perjalananmu, dimulai Bersama Wuling

Isi data diri Tulis Ceritamu

PT SGMW MOTOR INDONESIA
Greenland International Industrial Center (GIIC),
Blok BA No. 1, Deltamas,
Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
Jl. Tol Jakarta-Cikampek KM 37
Kode Pos: 17530

Telepon
(021) 8086 5000

Call Center
0800-100-5050

Hak Cipta 2017 Wuling Motor | Syarat dan Ketentuan